Masjid Baiturrahman Aceh, Arsitektur Megah yang Mendunia

Masjid Baiturrahman Aceh

BAGASTRAVEL – Masjid Baiturrahman Aceh adalah salah satu masjid terbesar dan terindah di Indonesia. Masjid ini terletak di pusat Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Masjid ini memiliki sejarah panjang dan telah mengalami berbagai peristiwa penting, termasuk tsunami Aceh pada tahun 2004.

Masjid Aceh ini memiliki arsitektur yang unik dan khas. Arsitektur masjid ini terinspirasi dari Masjidil Haram di Mekkah. Masjid ini memiliki lima kubah besar yang terbuat dari marmer putih.

Bacaan Lainnya

Kubah-kubah ini melambangkan lima rukun Islam. Masjid ini juga memiliki empat menara yang menjulang tinggi. Menara-menara ini melambangkan empat imam madzhab dalam Islam.

Masjid Baiturrahman Aceh memiliki luas sekitar 47.600 meter persegi. Masjid ini dapat menampung hingga 25.000 jamaah. Masjid ini memiliki fasilitas yang lengkap, seperti ruang ibadah, ruang pertemuan, ruang perpustakaan, dan ruang serbaguna.

Masjid Aceh ini memiliki sejarah panjang yang telah dimulai sejak abad ke-17. Masjid ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612. Masjid ini sempat dihancurkan oleh Belanda pada tahun 1873. Namun, masjid ini dibangun kembali oleh masyarakat Aceh pada tahun 1881.

Masjid Aceh ini memiliki peran penting dalam sejarah Aceh. Masjid ini menjadi simbol perlawanan rakyat Aceh terhadap penjajah Belanda. Masjid ini juga menjadi tempat berkumpulnya masyarakat Aceh untuk membahas berbagai masalah penting.

Pada tanggal 26 Desember 2004, Masjid Baiturrahman Aceh dihantam oleh tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi berkekuatan 9,1 magnitudo di Samudra Hindia.

Tsunami ini menyebabkan kerusakan yang parah di Aceh. Namun, Masjid Baiturrahman Aceh tidak mengalami kerusakan yang berarti. Hal ini dikarenakan masjid ini dibangun dengan struktur yang kokoh.

Pasca tsunami, Masjid Aceh ini segera diperbaiki. Perbaikan masjid ini dilakukan dengan bantuan dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri. Masjid Aceh ini kembali dibuka untuk umum pada tanggal 27 Februari 2005.

Pada tanggal 27 Februari 2023, Masjid Aceh ini merayakan ulang tahunnya yang ke-412. Perayaan ulang tahun ini dihadiri oleh berbagai pejabat, tokoh masyarakat, dan masyarakat Aceh. Perayaan ini juga diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pengajian, tabligh akbar, dan perlombaan.

Masjid Aceh ini tidak hanya menjadi simbol kebanggaan masyarakat Aceh, tetapi juga menjadi salah satu destinasi wisata religi yang populer di Indonesia. Masjid ini menjadi tempat yang tepat untuk beribadah, belajar, dan berwisata.

Kembaran Masjid Baiturrahman Aceh

Selain Masjid Aceh yang asli, terdapat dua masjid lain yang memiliki desain yang mirip dengan Masjid Baiturrahman Aceh. Dua masjid tersebut adalah Masjid Raya Keumala di Kabupaten Pidie, Aceh, dan Miniatur Masjid Raya Baiturrahman Aceh di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Masjid Raya Keumala terletak di Desa Jijiem, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh. Masjid ini dibangun pada tahun 2004 sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat Aceh yang telah membantu korban tsunami. Masjid ini memiliki luas sekitar 37.500 meter persegi dan dapat menampung hingga 20.000 jamaah.

Miniatur Masjid Raya Aceh ini terletak di Jalan Ringroad Selatan, Pedukuhan Pluragan, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Masjid ini dibangun pada tahun 2009 sebagai simbol persaudaraan antara masyarakat Aceh dan masyarakat Yogyakarta. Masjid ini memiliki luas sekitar 1.000 meter persegi dan dapat menampung hingga 1.000 jamaah.

Ketiga masjid tersebut memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Masjid-masjid ini menjadi simbol persatuan dan kesatuan umat Islam di Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *