Wisata Makam Papan Tinggi Barus – Tapanuli Tengah

Makam Papan Tinggi Barus

Wisata/ Destinasi populer lainnya untuk para peziarah di Barus Utara ialah Makam Papan Tinggi. Ibarat mendaki gunung, untuk menuju ke sana pengunjung harus terlebih dulu melalui ratusan anak tangga.

Sekilas, rasanya seperti berpetualang!

Makam Papan Tinggi
Untuk sampai ke lokasi wisatanya Memang sedikit ngos-ngosan untuk tiba di puncak bukit yang sering juga disebut “makam seribu tangga” itu, tapi pemandangan lanskap yang disajikan sangat memuaskan.

Akan tetapi, inilah salah satu spot terbaik untuk teman TM yang sedang mencari tempat berfoto di Barus, Tapteng.

Wisata ini Sebelum dinamai Papan Tinggi, masyarakat Tapteng lebih kerap menyebutnya “Tondi di Atas”. Setelah dipugar dinas kebudayaan, destinasi di atas bukit desa Pananggahan di mana lokasinya berada kian ramai dikunjungi terutama saat menjelang hari libur nasional.

Trip Wisata Makam Papan Tinggi Barus – Tapanuli Tengah

Wisata Makam Papan Tinggi Barus adalah sebuah wisata religi yang terletak di Desa Pananggahan, Kecamatan Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Makam ini merupakan kompleks pemakaman kuno yang diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir para penyebar agama Islam di Barus.

Sejarah Makam Papan Tinggi Barus:

Menurut sejarah, Barus merupakan salah satu kota pelabuhan tertua di Indonesia yang pernah menjadi pusat perdagangan rempah-rempah dan kain kafan. Pada masa itu, Barus juga menjadi pintu masuk Islam di Sumatera Utara. Para ulama dan pedagang muslim dari berbagai penjuru dunia datang ke Barus untuk berdakwah dan menyebarkan agama Islam.

Objek Wisata Makam Papan Tinggi Barus:

Objek wisata utama di Makam Papan Tinggi Barus adalah kompleks pemakaman kuno yang di dalamnya terdapat beberapa makam yang dihiasi dengan nisan batu yang tinggi dan unik. Nisan-nisan tersebut terbuat dari batu granit dengan bentuk dan ukiran yang berbeda-beda. Beberapa nisan bahkan memiliki panjang hingga 7 meter.

Makam yang paling terkenal di kompleks ini adalah Makam Syekh Mahmud. Syekh Mahmud diyakini sebagai salah satu penyebar agama Islam di Barus yang berasal dari Persia. Selain Makam Syekh Mahmud, terdapat juga makam-makam lain yang diyakini sebagai makam para ulama dan pemuka agama Islam lainnya.

Aktivitas Wisata di Makam Papan Tinggi Barus:

Selain berziarah ke makam, pengunjung juga dapat melakukan berbagai aktivitas wisata lainnya di Makam Papan Tinggi Barus, antara lain:

  • Menikmati pemandangan alam: Makam Papan Tinggi Barus terletak di atas bukit dengan pemandangan alam yang indah. Pengunjung dapat melihat panorama laut lepas dan hamparan perbukitan hijau dari atas bukit.
  • Belajar sejarah: Pengunjung dapat belajar sejarah Islam di Barus dan peran para ulama dalam menyebarkan agama Islam di Sumatera Utara.
  • Berfoto: Kompleks pemakaman kuno dengan nisan-nisan batu yang unik menjadi objek foto yang menarik bagi para pengunjung.

Tips Berwisata di Makam Papan Tinggi Barus:

  • Gunakan pakaian yang sopan dan menutup aurat saat berziarah ke makam.
  • Jaga ketenangan dan hormati para peziarah yang sedang berdoa.
  • Bawalah air minum yang cukup karena cuaca di lokasi wisata cukup panas.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman karena untuk mencapai kompleks pemakaman, pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga.

Akses Menuju Makam Papan Tinggi Barus:

Makam Papan Tinggi Barus dapat diakses dengan mudah dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Jarak tempuh dari Kota Sibolga sekitar 100 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2-3 jam. Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum untuk mencapai lokasi wisata.

Harga Tiket Masuk:

Harga tiket masuk ke Makam Papan Tinggi Barus cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp. 5.000 per orang.

Jam Operasional:

Makam Papan Tinggi Barus buka setiap hari dari jam 8 pagi hingga 5 sore.

Kesimpulan:

Wisata Makam Papan Tinggi Barus merupakan wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Selain dapat berziarah ke makam para penyebar agama Islam, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan alam yang indah dan belajar sejarah Islam di Barus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *