Istana Pagaruyung (Pagaruyung Kingdom) Sumatera Barat

Istana Pagaruyung (Pagaruyung Kingdom) Sumatera Barat

Kerajaan Pagaruyung (bahasa Minangkabau: Karajaan Pagaruyuang – Istana Pagaruyung) adalah kerajaan yang pernah berdiri di Sumatra, wilayahnya terdapat di dalam provinsi Sumatra Barat dan sebagian provinsi Riau sekarang.

Nama kerajaan ini dirujuk dari nama pohon Nibung atau Ruyung, selain itu juga dapat dirujuk dari inskripsi cap mohor Sultan Tangkal Alam Bagagar dari Pagaruyung, yaitu pada tulisan beraksara Jawi dalam lingkaran bagian dalam yang berbunyi (Jawi:

Bacaan Lainnya

سلطان توڠݢل عالم باݢݢر ابن سلطان خليفة الله يڠ ممڤوڽاءي تختا کراجأن دالم نݢري ڤݢرويڠ دار القرار جوهن برداولة ظل الله في العالم;

Latin: Sulthān Tunggal Alam Bagagar ibnu Sulthān Khalīfatullāh yang mempunyai tahta kerajaan dalam negeri Pagaruyung Dārul Qarār Johan Berdaulat Zhillullāh fīl ‘Ālam).

sayangnya pada cap mohor tersebut tidak tertulis angka tahun masa pemerintahannya. Kerajaan ini runtuh pada masa Perang Padri, setelah ditandatanganinya perjanjian antara Kaum Adat dengan pihak Belanda yang menjadikan kawasan Kerajaan Pagaruyung berada dalam pengawasan Belanda.

Sebelumnya kerajaan ini tergabung dalam Malayapura, sebuah kerajaan yang pada Prasasti Amoghapasa disebutkan dipimpin oleh Adityawarman, yang mengukuhkan dirinya sebagai penguasa Bhumi Malayu di Suwarnabhumi.

Termasuk pula di dalam Malayapura adalah kerajaan Dharmasraya dan beberapa kerajaan atau daerah taklukan Adityawarman lainnya.

A Trip to Istana Pagaruyung (Pagaruyung Kingdom) in West Sumatra

Istana Pagaruyung, also known as Pagaruyung Palace, is a replica of the former royal palace of the Pagaruyung Kingdom, which was once a powerful Minangkabau kingdom in West Sumatra, Indonesia. The palace is located in Batarus, Tanah Datar Regency, about 50 kilometers from Padang, the capital of West Sumatra.

History:

The original Pagaruyung Palace was built in the 14th century and served as the seat of the Pagaruyung Kingdom for centuries. However, the palace was destroyed in a fire in 1804. The replica of the palace was built in 1976 and inaugurated in 1977.

Architecture:

The Istana Pagaruyung is a magnificent example of Minangkabau architecture. The palace is made of wood and has a distinctive roof that resembles a buffalo’s horn. The palace is surrounded by beautiful gardens and offers stunning views of the surrounding mountains.

Things to do:

There are many things to do at Istana Pagaruyung. You can explore the palace and learn about the history of the Pagaruyung Kingdom. You can also watch traditional Minangkabau dances and performances. There are also several souvenir shops where you can buy traditional Minangkabau handicrafts.

How to get there:

The easiest way to get to Istana Pagaruyung is by car. The palace is about a 2-hour drive from Padang. You can also take a bus from Padang to Batarus.

Tips:

  • The best time to visit Istana Pagaruyung is during the dry season, which is from May to October.
  • Wear comfortable shoes as you will be doing a lot of walking.
  • Bring a camera to capture the beautiful scenery.
  • Be respectful of the local culture and customs.

Istana Pagaruyung is a fascinating place to visit and learn about the history and culture of the Minangkabau people. The palace is a beautiful example of Minangkabau architecture and offers stunning views of the surrounding mountains. If you are ever in West Sumatra, be sure to visit Istana Pagaruyung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *